Alasan Uni Eropa Menyatakan Ulat Tepung Aman untuk Dikonsumsi

Alasan Uni Eropa Menyatakan Ulat Tepung Aman untuk Dikonsumsi

Alasan Uni Eropa Menyatakan Ulat Tepung Aman untuk Dikonsumsi – Pernahkah Anda mengayalkan atau apalagi sadar tersedia makanan dan camilan layaknya smoothie, biskuit, pasta dan burger yang tidak benar satu bahan pembuatannya adalah ulat tepung (yellow mealworm). Mungkin bukan suatu hal yang umum, tetapi seluruh itu bakal menjadi penganan yang umum ditemui di Uni Eropa.

Alasan Uni Eropa Menyatakan Ulat Tepung Aman untuk Dikonsumsi

Alasan Uni Eropa Menyatakan Ulat Tepung Aman untuk Dikonsumsi

youseeflowersatuc.com – Pasalnya, badan keamanan pangan Uni Eropa, European Food Safety Authority (EFSA) udah memperlihatkan terkecuali ulat tepung aman dikonsumsi manusia. Kesimpulan ini diambil alih para ilmuwan sesudah terima pengajuan aplikasi berasal dari perusahaan product pangan berbasis serangga Prancis, Agronutrinis.

Baca Juga : Ini Dia Gejala Kanker Usus yang Harus Diwaspadai 

Perusahaan ini mengharapkan product berasal dari ulat tepung layak tampil di rak-rak supermarket. Dilansir berasal dari The Guardian, Sabtu, 16 Januari 2021, “Penilaian risiko EFSA (European Food Safety Authority) pertama berasal dari serangga sebagai makanan baru mampu membuka jalan untuk persetujuan pertama di seluruh Uni Eropa,” terang Ermolaos Ververis, petugas ilmiah di badan keamanan pangan Uni Eropa.

“Evaluasi risiko kita adalah langkah yang memilih dan mesti di dalam regulasi makanan bersama menolong pembuat kebijakan di Uni Eropa di dalam membuat ketentuan berbasis sains dan memastikan keamanan konsumen,” tambahnya.

Ulat tepung ini juga di dalam keluarga besar serangga bersama komponen nutrisi utama bersifat protein, lemak dan serat. Ulat tepung dianggap menawarkan sumber makanan yang berpotensi konsisten dan rendah emisi karbon untuk masa depan.

Ulat ini merupakan bentuk larva berasal dari Tenebrio molitor, spesies serangga yang juga di dalam famili Tenebrionidae atau kumbang gelap. Serangga ini umumnya diberi makan di peternakan bersama tepung terigu atau dedak meski sebetulnya mereka adalah serangga omnivora (pemakan segala).

Telur kumbang dewasa bakal dipisahkan bersama telur kawin bersama langkah diayak supaya larva tumbuh terpisah. Proses pasca panen bakal meliputi mencuci larva bersama air, membunuhnya bersama langkah direndam bersama air mendidih sampai lima menit, dan proses pengeringan di dalam oven, pengemasan dan penyimpanan.

Tidak untuk Semua Orang

Meski begitu, tipe pangan berbasis serangga kemungkinan tidak untuk seluruh orang. Mereka yang alergi udang dan tungau kemungkinan besar bakal mengalami reaksi alergi di mulut dan kulit.

Terlepas berasal dari perihal itu, sampai kini udah tersedia 15 aplikasi product makanan berbasis serangga di Uni Eropa. Giovanni Sogari, peneliti sosial dan costumer di University of Parma, menyatakan rasa mual costumer terhadap product pangan berbasis serangga terhadap selanjutnya mampu hilang.

“Ada alasan kognitif yang berasal berasal dari pengalaman sosial dan budaya kita yang mengundang anggapan memakan serangga pengusir nyamuk bikin banyak orang Eropa. Dengan selagi dan keterpaparan, sikap layaknya itu mampu berubah,” katanya.

Pangan berbahan basic serangga juga udah lama dipandang sebagai bagian berasal dari solusi untuk kurangi emisi gas tempat tinggal kaca di dalam memproses pangan.

Leave a Comment